Bitcoin Tembus $68.000: Apakah Ini Awal dari Mega Rally Menuju $100.000?
![]() |
1. Badai 'Short Squeeze' Senilai $323 Juta
Salah satu pemicu utama kenaikan drastis ini adalah peristiwa short squeeze. Banyak trader yang bertaruh bahwa harga Bitcoin akan turun (posisi short), namun ketika harga tiba-tiba naik, mereka terpaksa membeli kembali aset mereka untuk membatasi kerugian. Ledakan likuidasi sebesar $323 juta ini menjadi bahan bakar yang mendorong harga melesat lebih cepat.
2. Institusi Terus "Menyeduh" Lewat ETF
Meskipun indeks sentimen pasar masih menunjukkan angka 16 (Extreme Fear), data on-chain menunjukkan hal yang berbeda. Arus masuk modal ke ETF Bitcoin spot kembali deras. Ini adalah sinyal kuat bahwa institusi dan "smart money" sedang memanfaatkan ketakutan ritel untuk mengakumulasi aset di harga yang menurut mereka masih "diskon".
3. Efek Domino Global: Dari Wall Street ke Kripto
Kinerja gemilang sektor teknologi di Wall Street, terutama didorong oleh laporan keuangan Nvidia yang fantastis, memberikan sentimen positif ke aset berisiko. Ketika Nasdaq menghijau, Bitcoin biasanya tidak butuh waktu lama untuk menyusul.
Kesimpulan: Tetap Dingin di Tengah Pasar yang Panas
Melihat momentum saat ini, target psikologis berikutnya ada di angka $70.000. Jika level ini berhasil ditembus dan bertahan, narasi menuju $100.000 di tahun 2026 bukan lagi sekadar mimpi di siang bolong.
Namun, sebagai penikmat kopi dan kripto yang bijak, ingatlah bahwa volatilitas adalah teman sekaligus lawan. Jangan biarkan FOMO (Fear of Missing Out) mengendalikan jari Anda. Tetap lakukan riset mandiri (DYOR) dan pastikan strategi Anda sudah matang sebelum menekan tombol "Buy".
Informasi tambahan:
Sumber Foto: Unsplash / Jakub Zerzán
Penulis: Tim Kopi Satoshi
Disclaimer: Investasi kripto berisiko tinggi. Artikel ini bukan saran keuangan.

Komentar
Posting Komentar