Bitcoin Tembus $68.000: Apakah Ini Awal dari Mega Rally Menuju $100.000?


Trader menganalisis grafik harga Bitcoin di layar komputer.

Dunia kripto kembali membara dalam 24 jam terakhir. Setelah sempat membuat para investor ketar-ketir dengan pergerakan yang stagnan, Bitcoin (BTC) tiba-tiba melakukan lompatan besar hingga menyentuh angka Rp1,14 Miliar ($68.164). Pertanyaannya sekarang: apakah ini saat yang tepat untuk masuk, atau justru jebakan FOMO?

1. Badai 'Short Squeeze' Senilai $323 Juta

​Salah satu pemicu utama kenaikan drastis ini adalah peristiwa short squeeze. Banyak trader yang bertaruh bahwa harga Bitcoin akan turun (posisi short), namun ketika harga tiba-tiba naik, mereka terpaksa membeli kembali aset mereka untuk membatasi kerugian. Ledakan likuidasi sebesar $323 juta ini menjadi bahan bakar yang mendorong harga melesat lebih cepat.

2. Institusi Terus "Menyeduh" Lewat ETF

​Meskipun indeks sentimen pasar masih menunjukkan angka 16 (Extreme Fear), data on-chain menunjukkan hal yang berbeda. Arus masuk modal ke ETF Bitcoin spot kembali deras. Ini adalah sinyal kuat bahwa institusi dan "smart money" sedang memanfaatkan ketakutan ritel untuk mengakumulasi aset di harga yang menurut mereka masih "diskon".

3. Efek Domino Global: Dari Wall Street ke Kripto

​Kinerja gemilang sektor teknologi di Wall Street, terutama didorong oleh laporan keuangan Nvidia yang fantastis, memberikan sentimen positif ke aset berisiko. Ketika Nasdaq menghijau, Bitcoin biasanya tidak butuh waktu lama untuk menyusul.

Kesimpulan: Tetap Dingin di Tengah Pasar yang Panas

​Melihat momentum saat ini, target psikologis berikutnya ada di angka $70.000. Jika level ini berhasil ditembus dan bertahan, narasi menuju $100.000 di tahun 2026 bukan lagi sekadar mimpi di siang bolong.

​Namun, sebagai penikmat kopi dan kripto yang bijak, ingatlah bahwa volatilitas adalah teman sekaligus lawan. Jangan biarkan FOMO (Fear of Missing Out) mengendalikan jari Anda. Tetap lakukan riset mandiri (DYOR) dan pastikan strategi Anda sudah matang sebelum menekan tombol "Buy".



Informasi tambahan:

Sumber Foto: Unsplash / Jakub Zerzán

Penulis: Tim Kopi Satoshi

Disclaimer: Investasi kripto berisiko tinggi. Artikel ini bukan saran keuangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari FOMO ke Pemahaman: Mengapa Investasi Kripto Perlu "Resep" yang Tepat

Rebound Pagi: Saat Bitcoin dan Wall Street Beradu Optimisme