Pasar kripto global mengalami tekanan yang cukup signifikan pada perdagangan Sabtu, 28 Februari 2026. Bitcoin (BTC), yang sempat menunjukkan kekuatan di awal hari, harus merelakan sebagian besar keuntungannya setelah mengalami aksi jual intensif dalam kurun waktu 6 jam terakhir.
Kronologi Pergerakan Harga (01:00 - 07:10 UTC)
Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin menunjukkan volatilitas yang sangat kontras antara sesi pembukaan dan sesi siang hari ini:
- Pukul 01:00 - 03:00 UTC: Bitcoin sempat menunjukkan optimisme dengan bergerak stabil di kisaran $65.800 hingga mencapai puncaknya di $65.977. Pada titik ini, pasar masih berharap adanya penembusan ke level psikologis $66.000.
- Pukul 04:00 - 06:00 UTC: Tekanan mulai muncul secara perlahan. Harga melandai ke level $65.788 dan terus menurun ke $65.525. Volume perdagangan mulai meningkat, menandakan adanya distribusi aset oleh pemegang besar (whales).
- Pukul 06:30 - 07:00 UTC: Terjadi aksi jual masif. Hanya dalam waktu satu jam, harga Bitcoin anjlok tajam dari $64.661 hingga menyentuh titik terendah hari ini di $63.406. Penurunan sebesar ~3,8% dalam waktu singkat ini memicu gelombang likuidasi pada posisi long di bursa berjangka.
- Kondisi Terkini (07:10 UTC): Bitcoin saat ini sedang melakukan upaya pemulihan (rebound) teknis dan diperdagangkan di level $63.722.
Analisis Penyebab: Mengapa Bitcoin Turun?
Penurunan tajam di akhir bulan Februari 2026 ini dipicu oleh beberapa sentimen kunci:
- Likuidasi Pasar Berjangka: Penurunan awal di bawah level $65.000 memicu stop-loss masif bagi para trader yang mengambil posisi leverage tinggi, yang kemudian menciptakan efek bola salju (liquidations cascade).
- Koreksi Akhir Bulan: Secara historis, akhir bulan sering kali menjadi momen bagi manajer investasi untuk melakukan rebalancing portofolio. Aksi ambil untung (profit taking) setelah reli singkat di pertengahan Februari menjadi alasan utama tekanan jual hari ini.
- Ketidakpastian Data Inflasi Global: Rumor mengenai data ekonomi mendatang yang menunjukkan inflasi tetap tinggi di beberapa negara maju membuat investor lebih memilih untuk memegang uang tunai atau aset yang lebih stabil untuk sementara waktu.
Proyeksi Teknikal: Level Kritis yang Perlu Dipantau
Secara teknikal, Bitcoin saat ini berada di area oversold (jenuh jual) pada kerangka waktu pendek (15 menit dan 1 jam).
- Support Terdekat: Level $63.200 menjadi benteng pertahanan terakhir. Jika level ini ditembus, Bitcoin berisiko meluncur lebih jauh menuju area $61.500.
- Resistance Utama: Untuk kembali ke jalur bullish, Bitcoin harus mampu merebut kembali level $64.800 dan bertahan di atas $65.200 untuk memvalidasi pembalikan arah.
Kesimpulan
Penurunan ke area $63.000 dalam 6 jam terakhir merupakan pengingat bagi para investor mengenai karakteristik volatilitas Bitcoin yang tinggi. Meskipun tren jangka panjang tahun 2026 masih dianggap konstruktif oleh banyak analis, fluktuasi jangka pendek ini menuntut manajemen risiko yang ketat, terutama bagi mereka yang menggunakan fasilitas leverage.
Informasi tambahan:
Sumber Foto: Pexels / Jonathan Borba
Penulis: Tim Kopi Satoshi
Disclaimer: Investasi kripto berisiko tinggi. Artikel ini bukan saran keuangan.

0 Komentar